Presiden Jokowi Akan Dianugerahkan Medali FAO Agricola

Jakarta:mediaharianexposegelobal.com Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) akan menganugerahkan Medali FAO Agricola kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Direktur Jenderal FAO, Dr Qu Dongyu menyampaikan pemberian medali bergengsi itu sebagai pengakuan atas kontribusi dan komitmen terhadap kesejahteraan semua orang.

“Ini dukungan luar biasa Presiden Jokowi terhadap tujuan mendasar FAO. Untuk mencapai ketahanan pangan universal, dan pengejaran Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan,” kata Direktur Jenderal FAO, Dr Qu Dongyu. Hal itu dikatakan dalam suratnya kepada Presiden Jokowi. Diketahui, Medali, yang mengandung istilah Latin untuk petani, dianugerahkan kepada tokoh dunia terkemuka. Karena telah melakukan upaya luar biasa dan sukses dalam memajukan tujuan ketahanan pangan global, pengentasan kemiskinan, dan gizi.

“Oleh karena akan menjadi hak istimewa dan kehormatan bagi saya, dalam kapasitas saya sebagai Direktur Jenderal. Untuk memberikan Anda Medali FAO Agricola yang bergengsi ini,” ujarnya.

Ia berharap Presiden Jokowi dapat mempertimbangkan usulan penganugerahan ini dengan baik. Oleh karena itu, akan sangat dihargai jika Presiden Jokowi dapat memberikan pilihan teks prasasti kepada Organisasi.

Di mana secara tradisional diukir di bagian belakang Medali, untuk menyertai nama dan gambar penerima di bagian depannya.Dengan demikian, kata dia, persiapan yang tepat untuk pencetakan Medali dapat dimulai sesegera mungkin. Selain itu, jika Presiden Jokowi berkenan menerima penghargaan ini.

“Ini akan menjadi kehormatan bagi saya. Untuk menganugerahkan Medali Agricola pada waktu dan tempat yang sesuai bagi Anda, sesuai dengan jadwal Anda,” ucapnya.

Penerima Medali Agricola sebelumnya, seperti, Yang Mulia Paus Yohanes Paulus II; Yang Mulia Raja Bhumibol (Thailand). Adapula Fahd Bin Abdulaziz Al Saud (Arab Saudi); Yang Mulia Presiden Giorgio Napolitano (Italia).

READ  Pastikan Kesiapan Pengamanan Mudik, Kapolri Pimpin Apel Operasi Ketupat 2026

Kemudian, Luis Ignacio Lula da Silva (Brasil), Jian Zemin (Tiongkok), Hosni Mubarak (Mesir). Juga ada Jacques Chirac (Prancis), Johannes Rau (Jerman), Jerry John Rawlings (Ghana).

Selanjutnya, Julius Nyerere; dan Yang Mulia Perdana Menteri Jean Chrétien (Kanada), Manmohan Singh (India). Serta Keizo Obuchi (Jepang).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *