Diduga Tak Sesuai Spek Konstruksi, Pemeliharaan Berkala Rehabilitasi Ruas Jalan Payungrejo-Payung Mulya Yang Dikerjakan CV.D’JAYA PRATAMA Menelan Anggaran APBD 3.513.878.000,00 Belum Genap Setahun sudah rusak dan berlubang

Lampung Tengah,MEG,*Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Khusus Kabupaten Lampung Tengah Ruas Jalan Payungrejo-Payung Mulya Panjang 1,940 KM Lebar 3,50 M Kecamatan Pubian yang dikerjakan Rekanan CV.D’JAYA PRATAMA menelan anggaran APBD Rp.3.513.878.000,00 Tahun 2023, Pasalnya asal Polis saja dan Jalan rawan amblas dan ambrol karena diduga tak sesuai spesifikasi pengerjaannya, hal ini dikeluhkan warga masyarakat dusun payung Makmur Kecamatan Pubian Kabupaten Lampung Tengah, degan pekerjaan Pemeliharaan Berkala Rehabilitasi Jalan dilingkungannya, Senen (30/09/2024).

Seperti terekam dalam camera tim (awak media), Rehabilitasi Jalan yang dikerjakan Pada Tanggal 23/10/2023 Perawatan Berkala Jalan Payung Rejo-Payung Mulya itu dikerjakan asal jadi karena belum genap setahun pengerjaan keadaan telah rusak Parah, Sementara, Awak Media meminta Jawaban Pihak Rekanan Direktur Utama Perusahaan Deka Jaya Utama Lewat Via Telepon Tidak Dijawab. Jalan saat ini sudah rusak berat disisi sebelah Sawah Perbatasan Payung Rejo-Payung Makmur kanan Jalan Sudah Banyak Menyelupas Akibat Tidak diberi Penahan batu sementara dikiri hampir sama,Terbukti di Titik Nol Rehabilitasi Jalan kedua sisi Timur-Barat telah hancur, sehingga Rawan Kecelakaan dan membuat warga resah sebab Pekerjaan Jalan baru saja selesai namun manfaatnya tak dapat dirasakan.“Itu yang menjadi kekhawatiran kami, sebab dapat dilihat sendiri keadaannya begini. disisi timur-barat Ujung Payung Rejo-Payung Makmur telah rusak, bahkan mengelupas hingga kelapisan tanah. padahal sekarangkan masuk bulan kemarau, bagaimana bila nanti masuk di musim penghujan, “kata Warga Dusun Payung Makmur desa setempat yang menjadi tempat masuk pembangunan Rehabilitasi Jalan itu,” ungkap Yono.

Kekhawatiran warga itu bukan tanpa alasan, sebab, dengan tidak Sesuai Spesifikasi Bobot Kontruksi Jalan serta pemasangan Diduga Asal-asalan dan secepat kilat dan dapat berpotensi membuat Kendaraan kecelakaan Akibat pembangunan asal Polis,jalan yang mestinya itu dimanfaatkan masyarakat bagi peningkatan ekonominya tersebut. Namun sayangnya, hal itu sepertinya sulit terwujud dengan keadaan yang ada saat ini. Dimana Jalan Penghubung Atar Kampung saat ini jalan banyak berlobang bahkan Jalan saat ini memprihatinkan.

READ  I Komang Koheri: Menghadiri upacara Melasti bertempat di pura Trimurjo

“Sangat disayangkan, kami sebagai warga merasa apa yang telah kami lakukan (taat pajak) sia-sia. Apalagi uang digunakan ini berasal dari kita juga, kan miris melihatnya. Pekerjaan Rehabilitasi Jalan dikerjakan asal jadi terangnya.Belum lagi, lanjutnya, di pinggir badan jalan Seharus di kasih batu penahan bahu Jalan hanya bagian bawah atau dasar sementara atas sampai tengah tak ada. “Kalau begini kan gak ada kekuatan badan Jalan ini, sebab batu bercampur Tanah berserakan dibadan jalan diambil dari tanah galian tambang fesfar yang berasal nyukang Harjo. ditimbun kelobang jalan rusak, itu pun hasilnya seperti yang kita lihat sekarang nambah parah. Sebab, jalan berlubang ditimbun tanah bercampur pasir tanahnya lengket, maklum musim penghujan,” tandasnya.
Lalu dikiri-kanan ada batu bercampur aspal yang bertaburan akibat Pekerjaan Rehabilitasi Jalan yang asal-asalan, lanjutnya. Sehingga menyulitkan pengendara, khususnya mobil atau motor mereka melintas disana. Maklum saja itu kesehariannya itu adalah jalan utama penghubung antar desa, dan disaat bersamaan ada ibu-ibu melintas terjatuh karena jalan menanjak nan terjal harus dilalui.

“Kalau tidak hati-hati, ya seperti itu tadi. Kalau sebelumnya itu bisa dilalui dengan mudah, bahkan lalu lalang kendaraan muatan batu Perusahaan Tambang fesfar kendaraan roda enam foso. Kalau sekarang harus berhati-hati bawa kendaraan motor Lenyah bisa jatuh karena kondisi badan jalan berlubang saat dipertanyakan itu ke Rekanan Direktur Julian Fernanda yang diwakili Rami imbuhnya hanya pengalihan tambal sulam dan saya memang biasa nambal sulam pakek pasir batu dari tambang fesfar. yang bersamaan masyarakat dusun payung Makmur mengeluhkan kondisi badan Jalan yang seharusnya dicor. Padahal seharus nyaitu kewajiban pelaksana, bukan nambal jalan diambil dari batu Tambang fesfar yang seharusnya dipakai cor beton penahan badan (jalan),” ujarnya.Warga lainnya yang kebetulan melintas di jalan ,Samin, menuturkan prihatin dengan keadaan jalan yang belum lama selesai dikerjaan tersebut.selain mengalami kerusakan di sana sini juga sangat menyulitkan masyarakat melintas, pasalnya, batu aspal berserakan karena jalan pada bolong.

READ  Ardito Wijaya Menghadiri Pembinaan Mental dan Spritual ASN anggota Korpri Lam-teng

“Kami kecewa, dan berharap segera mendapatkan perhatian pemerintah Daerah Lampung Tengah. Sebab, cukup vital manfaatnya bagi warga,” imbuhnya.

Kakam Payung Makmur menambahkan bahwasanya pihaknya tidak mengetahui persis prihal pekerjaan Rehabilitasi Jalan dikampung Payung Rejo-Payung Mulya itu. Namun sepengetahuannya pekerjaan itu sempat dikeluhkan warga karena keadaannya demikian. Sehingga tak dapat berbuat banyak, dan berharap kepada pemerintah dapat memberikan perhatian sebab telah menjadi aspirasi masyarakatnya.

“Kalau sepengetahuan saya itu belum lama, dan itu pernah dikeluhkan masyarakat. Dan kami tak dapat berbuat banyak karena tak mengetahui secara pasti, mudah-mudahan ada solusi bagi perbaikannya ke depan. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *