MEG,Jakarta: Presiden Joko Widodo akhir-akhir ini kerap bepergian mengunjungi berbagai daerah, menjelang purnatugas dari jabatannya. Dalam kunjungannya, Kepala Negara kerap meminta maaf secara langsung kepada masyarakat di sela-sela kegiatannya di daerah.
Menurut Pihak Istana Kepresidenan, serangkaian permohonan maaf yang disampaikan Presiden di berbagai daerah menunjukkan keseriusan Presiden. Khususnya dalam menyampaikan permohonan maaf atas berbagai langkah dan kebijakan yang diambilnya selama menjadi Presiden.
“Presiden Joko Widodo telah menunjukkan sikap kerendahan hati dan keberanian. (Khususnya) meminta maaf secara langsung atas kekurang sempurnaan selama masa jabatannya,” ujar Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, dalam pesan singkat, Jumat (4/10/2024). Menurut Yusuf, yang dilakukan Presiden Jokowi adalah bentuk integritas dan kenegarawanan. Selain itu juga kepedulian mendalam terhadap tanggung jawab yang diemban sebagai kepala negara selama 10 tahun terakhir.
Permintaan maaf langsung kepada rakyat, menurut Yusuf, merupakan momen penting yang menunjukkan kedekatan presiden dengan rakyat. Terlebih, Presiden sering turun langsung ke lapangan menunjukkan empatinya.
“Itu adalah komitmen beliau terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas yang kuat dalam kepemimpinannya,” ujar Yusuf lebih lanjut. Terpantau, Presiden dalam berbagai kesempatan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka langsung ke masyarakat.
Momen permohonan maaf kerap disampaikan Presiden saat berkunjung ke pasar, di saat meninjau harga kebutuhan pokok. Presiden kerap menggunakan sebuah megaphone dalam menyampaikan permohonan maafnya.
Mulai dari Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, hingga Nusa Tenggara Timur. Begitu pula dalam kegiatan formal resmi, permohonan maaf juga disampaikan secara resmi.
Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin akan lengser dari jabatannya pada 20 Oktober 2024. Mereka akan digantikan oleh Presiden Terpilih Prabowo Subianto dan Wapres Terpilih Gibran Rakabuming Raka.
