Proyek rekonstruksi ruas Jalan Gunung Batin–Dayamurni milik Pemerintah Provinsi Lampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menuai sorotan tajam. Proyek bernilai fantastis sebesar Rp11,9 miliar ini diduga dikerjakan asal-asalan dan melibatkan oknum Kepala Tiyuh dalam proses pelaksanaannya.
Dugaan tersebut mencuat usai pernyataan Inal, petugas pengawasan lapangan, yang mengungkapkan adanya peran aktif Kepala Tiyuh Fajar dalam koordinasi di lapangan.
“Kalau bagian media itu Kepala Tiyuh Fajar, yang dikoordinir,” ujar Inal saat dikonfirmasi media pada Senin (11/08/2025).
Inal juga menambahkan bahwa proyek tersebut sebenarnya berada di bawah pengawasan konsultan dan Dinas PU. Namun, pelaksanaan teknis di lapangan melibatkan warga lokal.“Yang mengerjakan warga sini, gambar sudah kita kasih, material kita sediakan. Jadi, bagus atau jeleknya tergantung mereka yang mengerjakan,” tambahnya.
Sebelumnya, proyek yang digarap oleh CV. Raden Galuh ini memang telah menuai kritik akibat lemahnya pengawasan dari Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK). Banyak pihak menilai pengerjaannya tidak sesuai standar dan dikerjakan secara asal jadi.
Diketahui, proyek dengan Nomor Kontrak 01/KTR/PPK-K.15/JLN.065/V.03/III/2025 ini berada di bawah naungan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, dengan total anggaran sebesar Rp11.905.837.000.Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Dinas terkait maupun Kepala Tiyuh yang disebut.(Tim)
