Jusup Kalla Sebut Kurikulum Merdeka Buat Anak Murid Tidak Belajar

Jakarta:mediaharianexposegelobal.com Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) mengatakan, kebijakan Kurikulum Merdeka membuat anak-anak menjadi tidak belajar. Diketahui, Kurikulum Merdeka digagas oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim.

Tak hanya itu, lanjut JK, kebijakan tersebut juga membuat Ujian Nasional (UN) menjadi tidak ada. Sebagai orang konservatif, menurutnya, hal itu berdampak anak menjadi tidak belajar.

“Saya konservatif, anak itu, kita ini, kita semua pernah sekolah kan? Kapan kita belajar? kan mau ujian, ya, kan,”kata JK dalam diskusi kelompok terpumpun bertajuk “Menggugat Kebijakan Anggaran Pendidikan” di Jakarta, Sabtu (7/9/2024).”Kalau tidak ada ujiannya, kapan belajarnya?Kampus merdeka, apa merdekanya? tidak merdeka aja tidak belajar, apalagi merdeka,” ujarnya.

Ia mengatakan, seharusnya seorang Mendikbudristek tidak asal dalam menerapkan kurikulum untuk sekolah di Indonesia. Terlebih, lanjut dia, Ujian Nasional juga tidak akan membuat seluruh siswa stres.

Pada kesempatan itu, JK juga menyingung lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang saat ini begitu banyak. Namun, lulusannya tidak bekerja sesuai kejuruannya.“Kita punya luar biasa bikin SMK dia buat SMK sekarang di Indonesia 10 ribu swasta, 5 ribu pemerintah. Tapi 75 persen caddy di lapangan golf tamatan SMK, siapa suka golf boleh tanya 75 persen caddy tamatan SMK,” kata JK.

Menurutnya, selain persoalan ekonomi, masalah pendidikan juga menjadi faktor dari permasalahan tersebut.

“Dua-duanya salah, ekonomi kita tidak berkembang akhirnya mereka sekolah SMK tidak ada kerjaan atau mereka tamat asal tamat. Sehingga tidak bisa bekerja mengembangkan ekonomi,” ujarnya.

READ  Iwakum Kecam Intimidasi Jurnalis di Semarang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *