MEG,Jakarta: Menteri Koperasi dan UKM (MenKopUKM) Teten Masduki menegaskan pentingnya hilirisasi sumber daya alam (SDA) hingga transformasi UMKM. Hal tersebut untuk mewujudkan Indonesia maju tahun 2045.
“Saya juga meyakini, UMKM bisa menjadi kunci sukses untuk menjadikan Indonesia negara maju di tahun 2045. Dengan cara menciptakan lapangan kerja berkualitas,” kata Teten, lewat keterangannya, Sabtu (12/10/2024).
Menurut Teten, untuk menjadi negara maju, Indonesia perlu meningkatkan pendapatan per kapita. Namun demikian, untuk mencapai hal tersebut pemerintah perlu mengubah struktur pelaku usaha.
“Saat ini, mayoritas pelaku usaha di Tanah Air adalah usaha mikro dan kecil (lebih dari 99%). Sebanyak 97% tenaga kerja bekerja di sektor usaha mikro informal dan berpendapatan di bawah UMR,” ujar Teten.Dengan struktur tersebut, menurut MenKopUKM, berpotensi menyulitkan Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Dan mencapai target pendapatan per kapita 30.300 dolar AS pada 2045.
Untuk itu, menurut MenKopUKM, hal konkret yang perlu dilakukan adalah melakukan dua pendekatan. Pertama, intervensi teknologi dengan memanfaatkan potensi kekayaan sumber daya alam Indonesia.
“Arahan Presiden terkait hilirisasi, kami sudah mencoba membangun Rumah Produksi Bersama (RPB) di berbagai daerah untuk mengolah kekayaan alam. Ini menjadi potensial, untuk bagaimana membangun industri menengah berbasis keunggulan domestik,” ucap Teten.
Pendekatan kedua, kata MenKopUKM, mempersiapkan lebih banyak lagi wirausaha produktif. Sehingga melahirkan lagi ekonomi baru yang lebih produktif.”Ini yang kami sedang siapkan dengan program EntrepreneurHub. Dan selain itu juga kolaborasi dengan banyak pihak,” kata Teten.
MenKopUKM menambahkan, terdapat satu kebijakan Pemerintah yang bisa mendorong ekonomi baru untuk menumbuhkan industri. Yaitu belanja 40 persen APBN yang harus membeli produk lokal.
