MEG,Denpasar: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah desa (pemdes) untuk mengoptimalkan sumber daya yang ada di desa. Ini sebagai sentra perekonomian baru sehingga tidak selalu bergantung pada transfer keuangan dari pemerintah pusat.
“Kita memperkuat kemampuan kepala desa, lurah untuk menjadi sentra ekonomi baru. Saya minta rekan-rekan kepala desa jangan mengandalkan operasional membangun desanya dari uang (dana desa) itu saja,” kata Tito dalam keterangannya, Selasa (8/10/2024).
Tito mengatakan setiap tahun pemerintahan pusat menggelontorkan dana Rp70 triliun untuk membiayai desa di seluruh Indonesia. Menurut dia, uang tersebut hanya sebagai pemancing bagi desa untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di masing-masing desa.
Ia menjelaskan desa dan kelurahan harus membaca potensi apa yang bisa dikembangkan. Seperti pengelola tempat yang wisata, sektor perikanan, perkebunan, pertanian, pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam lainnya.Karena itu, kata Tito, pemerintah desa harus pandai membaca peluang yakni kemampuan untuk mengembangkan potensi yang ada yakni berwirausahawan (entrepreneurship). Kemampuan berwirausaha membebaskan pemerintah desa dari jeratan ketergantungan dari dana yang diberikan oleh pemerintah pusat.
“Kalau dia mau melompat, uang ini dipakai buat modal untuk dia bisa mendapatkan pendapatan asli desa (PADes) dengan melihat potensi yang ada sehingga uang ini berlipat ganda. Sehingga dia mandiri secara fiskal, maka otomatis dia bisa membangun dengan lancar,” ujarnya.
Lebih jauh Tito mengungkapkan 80 persen desa-desa di Indonesia dimekarkan semata-mata untuk mendapatkan transfer dana dari pusat dan umumnya tidak mampu secara fiskal. “Saya melihat pemekaran yang terjadi saat ini di kabupaten/kota provinsi hampir 80 persen sangat tergantung dari dana transfer pusat terutama daerah pemekaran,” ucapnya.
“Padahal pemekaran itu tujuannya bukan hanya untuk memekarkan dan diberikan anggaran, tidak. Tujuan akhirnya membuat daerah itu bisa mandiri secara fiskal yang ditandai dengan tidak bergantung berlebihan pada transfer uang pusat,” katanya.
