Penggunaan Dana BOS SD Negeri 1 Tias Bangun Disorot, Pos Sarpras dan Honor Jadi Perhatian
Diduga Tidak Proporsional, Penggunaan Dana BOS SD Negeri 1Tias Bangun Disorot, Pos Sarpras dan Honor Jadi Perhatian
administrator 13 Mei 2026. Lampung Tengah, harianexposegelobal.com –Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SD Negeri 1 Tias Bangun Kabupaten Lampung Tengah, menuai sorotan publik. Berdasarkan data penggunaan anggaran tahun 2025 dan 2026, terdapat indikasi ketidakseimbangan alokasi anggaran, khususnya pada pos pembayaran honor dan minimnya anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah (sarpras) (12/5/26).
Padahal, Dana BOS sejatinya diprioritaskan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, peningkatan mutu pendidikan, serta perawatan fasilitas sekolah. Namun dari data yang dihimpun, porsi anggaran honor justru tergolong besar jika dibandingkan dengan kebutuhan sarpras dan kegiatan belajar siswa.
Tahun Anggaran 2025
Jumlah siswa penerima BOS tercatat 88 siswa, dengan total dana Rp 41.360.000 . Dari total tersebut, pembayaran honor mencapai Rp 8.256.000, atau sekitar 37 persen dari total anggaran. Sementara itu, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hanya Rp 2.118.000 angka yang dinilai sangat kecil untuk kebutuhan perawatan fasilitas pendidikan.
Tahun Anggaran 2025
Pada tahun 2025, dengan 88 siswa penerima, sekolah memperoleh Dana BOS sebesar Rp 41.360.000 Tahan 1 Pos pembayaran honor tercatat Rp 16.200.000 sedangkan pemeliharaan sarana dan prasarana sebesar Rp 4.374.000 Meski lebih besar dibanding tahun 2024, alokasi ini tetap dinilai belum sebanding dengan kebutuhan riil sekolah.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik terkait efektivitas dan kepatuhan penggunaan Dana BOS terhadap Petunjuk Teknis (Juknis) BOS dan Arkas markas sebagaimana Permendikdasmen No.8 Tahun 2025 yang mengatur proporsi dan prioritas penggunaan anggaran.
Tabel Penggunaan Dana BOS SD Negeri 1 Tias Bangun Tahun 2025 Tahap 1
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 160.000
pengembangan perpustakaan
Rp 4.131.700 kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 4.573.300
administrasi kegiatan sekolah
Rp 5.611.000
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 0
langganan daya dan jasa
Rp 6.310.000 pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 4.374.000 pembayaran honor
Rp 16.200.000
Total Dana
Rp 41.360.000 Rincian Penggunaan
penerimaan Peserta Didik baru
Rp 500.000
pengembangan perpustakaan
Rp 4.166.000 kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler
Rp 240.000
kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran
Rp 3.959.800
administrasi kegiatan sekolah
Rp 13.860.200
4G+
pengembangan profesi guru dan tenaga kependidikan
Rp 0
langganan daya dan jasa
Rp 6.310.000. pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah
Rp 2.118.000
penyediaan alat multi media pembelajaran
Rp 1.950.000
penyelenggaraan bursa kerja khusus, praktik kerja industri atau praktik kerja lapangan di dalam negeri, pemantauan kebekerjaan, pemagangan guru, dan lembaga sertifikasi profesi pihak pertama
Rp 0. pembayaran honor
Rp 8.256.000
Total Dana
Rp 41.360.000.
Sorotan Publik. TAHAP 1
Rp 36.190.000 Jumlah dana yang diterima sekolah
Sedang Disalurkan Status
Jumlah Siswa
Penerima
77
Tanggal Pencairan
20 Januari 2026
Minimnya anggaran sarpras di tahun 2025 serta besarnya alokasi honor memicu dugaan bahwa penggunaan Dana BOS belum sepenuhnya berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan fasilitas siswa. Masyarakat dan pemerhati pendidikan mendesak Dinas Pendidikan serta aparat pengawas internal untuk melakukan evaluasi dan audit agar penggunaan dana negara benar-benar transparan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan penggunaan Dana BOS tersebut.
Sorotan Publik
Minimnya anggaran sarpras di tahun 2025 serta besarnya alokasi honor memicu dugaan bahwa penggunaan Dana BOS belum sepenuhnya berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan fasilitas siswa. Masyarakat dan pemerhati pendidikan mendesak Dinas Pendidikan serta aparat pengawas internal untuk melakukan evaluasi dan audit agar penggunaan dana negara benar-benar transparan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan penggunaan Dana BOS tersebut.(Rendy) Editor: Ersan
