Kepala Sekolah Marnoto SD Negeri l Srimulyo Anak Ratu Aji Tantang APH Siap di Periksa BPK dan Inspektorat

Lampung Tengah:harianexposegelobal.com: Terkait indikasi penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS),Kepala Sekolah SDN 1 Srimulyo Anak Ratu Aji Kabupaten Lampung Tengah Marnoto mengatakan” siap di periksa Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat. Hal itu di katakannya saat di konfirmasi media Liputan harianexposegelobal.com Jumat (3/05/2025).

Kepala sekolah Marnoto, seakan menantang pihak terkait untuk mengoreksi pekerjaannya yang bersumber dari dana BOS. Selain itu ia dengan bangganya bahwa sekolah yang ia pimpin tidak pernah ada temuan, bahkan menjadi sampel BPK dalam laporan terbaik dalam penggunaan dana BOS.“Sekolah saya jadi sampel BPK dalam laporan pengelolaan dana BOS, se-kabupaten Lampung Tengah silahkan di priksa, bahkan dalam waktu dekat ini Inspektorat akan turun ke sekolahan,”ucapnya.

Ia menambahkan, dirinya akan mempertanggung jawabkan semua urusan soal penggunaan dana BOS. Kepala SDN 1 Srimulyo Anak Ratu Aji ini juga akan siap menerima apapun konsekwensinya.

“Apapun itu saya siap bertanggung jawab, silahkan,” terangnya saat di dampingi inisial (K) Sekolah tersebut.

Pemberitaan sebelumnya, Oknum Kepala Sekolah SDN 1 Srimulyo Marnoto, Kecamatan Anak Ratu Aji, Kabupaten Lampung Tengah,diduga salah gunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada tahun anggaran 2024, Rabu (30/4/2025).Berdasarkan hasil Investigasi Media Liputan harianexposegelobal.com kesekolah, upaya untuk menghubungi Kepala Sekolah Marnoto melalui pesan WhatsApp : +628137932XXXX pribadinya guna menanyakan beberapa poin terkait penggunaan Dana BOS tahun 2024, namun sayangnya tidak ada respon. Kepala sekolah terkesan mengabaikan komunikasi ini, seolah-olah tidak peduli dengan tugas dan fungsi jurnalis.

Menurut hasil survei di bawah dan berdasarkan data yang ada, Oknum Kepala Sekolah SD Negeri 1 Srimulyo Kecamatan Anak Ratu Aji diduga telah melakukan korupsi Dana BOS pada tahun anggaran 2024,

READ  2 Orang Tewas Disabet Samurai Di Tulang Bawang Pelakunya Kakak Ipar

Detail Penggunaan Dana BOS:

– Jumlah Siswa: 217 siswa

– Tanggal Pencairan Tahap 1: 07 Pebruari 2024

Namun, berdasarkan rincian penggunaan yang terungkap, alokasi dana menunjukkan ketidaksesuaian yang mencurigakan:– Penerimaan Peserta Didik Baru: Rp.2.539.000

– Pengembangan Perpustakaan: Rp.12.383.000

– Kegiatan Pembelajaran dan Bermain: Rp.4.650.000

– Kegiatan Asesmen/Evaluasi Pembelajaran dan Bermain: Rp 12.535.000

– Kegiatan Administrasi satuan pendidik: Rp 12.598.000

– Pengembangan Profesi pendidik dan Tenaga Kependidikan: Rp 2.775.000

– Langganan Daya dan Jasa: Rp 8.679.000

– Pemeliharaan Sarana dan Prasarana: Rp 19.140.000

– Penyediaan Alat Multimedia Pembelajaran: Rp 1.150.000

Pembayaran Honor: Rp.25.500.000

Total Penggunaan Dana: Rp 101.990.000

Pencairan Tahap II
Tanggal 12 Agustus 2024.

Rincian pengguna:

– Pengembangan Perpustakaan dan/Layanan pojok Baca: Rp.16.378.000

– pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan bermain:
Rp.6.600.000

– pelaksanaan kegiatan evaluasi/asesmen pembelajaran dan bermain:
Rp.13.161.900

-Pelaksanaan Admistrasi kegiatan satuan pendidik:
Rp.14.294.100

– pengembangan profesi pendidik dan tenaga kependidikan:
Rp.2.975.000

-Langganan daya dan jasa:Rp.8.731.000

– pemeliharaan sarana dan prasarana: Rp.20.290.000

-pembayaran Honor:
Rp.19.600.000

-Total Dana:
Rp.101.990.000
Dari hasil penelusuran media ini kuat dugan kepala sekolah tersebut menyalahgunakan dana tersebut.karena hasil penelusuran ke SDN 1 Srimulyo terlihat yang sangat menonjol ada beberapa item contoh: Pemeliharaan sarana dan prasarana dan pengembangan perpustakaan.

Oknum Kepala Sekolah SDN 1 Srimulyo Anak Ratu Aji juga tidak menunjukkan transparansi terkait pengelolaan dana tersebut, yang menimbulkan dugaan bahwa ia merasa kebal hukum. Hal ini tentu menjadi perhatian, karena sesuai dengan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), semua dana yang dikucurkan oleh pemerintah pusat harus dikelola dengan transparansi.

Dinas terkait diharapkan segera melakukan pemeriksaan dan audit menyeluruh terkait dugaan korupsi Dana BOS di SDN 1Srimulyo, untuk memastikan kejelasan dan akuntabilitas pengelolaan dana tersebut dari tahun 2024.

READ  Diduga bocah di tuduh mencuri sudah sepakat berdamai tidak ada tuntutan dari korban

(Ersan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *