Temu Kangen, Kapolda Lampung 2015 dan Kapolda Jawa Barat

Bandung, harianexposegelobal.com: Jawa Barat — Momentum pasca-Idulfitri dimanfaatkan sejumlah tokoh asal Lampung untuk menggelar temu kangen dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan di Kota Bandung. Pertemuan ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga forum diskusi ringan yang menyoroti pentingnya menjaga nilai budaya, mempererat kebersamaan, serta membangun harmoni sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam.

Hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen Pol. (Purn.) Drs. Edward Syah Pernong, S.H., M.H. yang menyandang gelar PYM SPDB (Paduka Yang Mulia Sultan Pangeran Dipertuan Batin) ke-23, bersama Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. serta Yuniar Hikmat Ginanjar, S.H., M.H.. Pertemuan berlangsung tanpa sekat formal, menciptakan ruang dialog yang cair dan terbuka layaknya pertemuan keluarga besar.

Dalam kesempatan tersebut, Edward Syah Pernong menegaskan bahwa silaturahmi memiliki makna strategis dalam menjaga eksistensi budaya Lampung, khususnya di kalangan masyarakat perantauan.

> “Silaturahmi ini menjadi upaya menjaga kebersamaan sekaligus memastikan budaya Lampung tetap hidup. Nilai adat, cara hidup, dan pendidikan berbasis budaya harus terus diwariskan kepada generasi muda. Kami juga telah merencanakan pertemuan Ikatan Keluarga Besar Lampung di Jawa Barat pada tanggal 26 sebagai langkah konkret mempererat hubungan antarwarga,” ujarnya.

Pertemuan ini juga mencerminkan bahwa budaya bukan sekadar warisan simbolik, melainkan bagian hidup yang tercermin dalam sikap saling menghormati, menjaga hubungan baik, dan membangun komunikasi yang harmonis.

Di sisi lain, kehadiran Rudi Setiawan di tengah padatnya agenda sebagai Kapolda Jawa Barat menunjukkan bahwa komitmen terhadap hubungan sosial tetap menjadi prioritas. Interaksi yang terjalin memperlihatkan bahwa komunikasi personal yang sederhana tetap efektif dalam menjaga kedekatan antar tokoh.

Selain membahas budaya, diskusi juga menyinggung pentingnya pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter berbasis nilai-nilai kearifan lokal. Hal ini dinilai penting untuk menjaga identitas generasi muda di tengah arus perubahan zaman yang cepat.

READ  KPK Dalami Peran Pejabat Lamongan Terkait Proyek Pembangunan Gedung

Kolaborasi antara tokoh adat, aparat negara, dan komunitas masyarakat dalam pertemuan ini menjadi contoh bahwa sinergi dapat terbangun melalui komunikasi yang terbuka dan niat bersama untuk saling menguatkan.

Sebagai tindak lanjut, rencana penyelenggaraan forum Ikatan Keluarga Besar Lampung di Jawa Barat diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat solidaritas masyarakat Lampung di perantauan sekaligus menjaga keterhubungan dengan daerah asal.

Dalam konteks masyarakat Jawa Barat yang majemuk, hubungan antara komunitas Lampung dan Sunda juga menjadi sorotan. Perbedaan budaya dipandang sebagai kekuatan untuk saling memahami dan membangun kehidupan yang rukun dan harmonis.

Sementara itu, praktisi hukum Hefi Irawan, S.H. turut memberikan apresiasi atas inisiatif silaturahmi tersebut. Ia mengaku bangga dapat dilibatkan dalam agenda besar yang bertujuan memperkuat budaya Lampung di perantauan, termasuk rencana kegiatan lanjutan di Jakarta.

Pertemuan ini menegaskan bahwa silaturahmi tidak hanya menjadi tradisi, tetapi juga instrumen penting dalam merawat budaya, memperkuat jejaring sosial, dan membangun kebersamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat luas.(APH) Editor:Ersan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *