MEG,Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B Ponto mengapresiasi, institusi TNI tetap menjaga netralitas. Menurutnya, jika ada yang tidak netral, hal itu hanyalah oknum TNI.
“Sekarang kalau miring-miring akan kelihatan. Kalaupun ada 1-2 itu tidak membawa nama TNI, itu kenakalan saja,” kata Soleman dalam perbincangan bersama Pro 3 RRI, Jumat (4/10/2024).
Menurutnya, untuk menjaga netralitasnya, maka TNI harus dijaga dengan peraturan perundang-undangan yang ketat. Hal ini sebagai bentuk perlindungan TNI.
“Itu bedanya dengan masyarakat umum. Karena dia sudah menjadi pilihan, jadi kalau ada 1-2 yang melenceng hya dimaklumi,” ujarnya.
Meski dmeikian, kata dia, hal itu tidak membawa institusi TNI secara keseluruhan. Tetapi, jika ada oknum TNI melakukan penyimpangan maka mendapatka sanksi tegas dari TNI.”Itu bisa sampai pemecatan, kan itu urusan TNI. Tetapi, tidak seenaknya memecat kan ada aturan, kan ada KUHP Militer,” ucapnya.
Di sisi lain, Soleman menyoroti tema HUT ke-79 TNI. Yakni, ‘TNI Bersama Rakyat Siap Mengawal Suksesi Kepemimpinan Nasional untuk Indonesia Maju.’
ia menilai TNI sudah semakin matang dan bisa berdiri di semua golongan. Hal itu dibuktikan ketika pelaksanaan Pemilu 2024 lalu.
“Semua TNI tidak ada yang cawe-cawe ke sana ke sini. Jadi sudah bisa menerima hasil pilihan rakyat,” katanya.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto meminta kepada seluruh prajuritnya untuk terus meningkatkan profesionalisme. Ia menginginkan, para prajurit TNI tetap profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif atau PRIMA.
Hal itu ditegaskan Panglima TNI dalam video yang diunggah oleh Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Rabu (2/10/2024). Pesan tersebut disampaikan menjelang acara puncak peringatan HUT TNI ke-79.
”Di tengah kondisi geopolitik dunia yang semakin dinamis dengan perubahan yang sangat cepat. Profesionalisme menjadi penting karena tantangan dalam pelaksanaan tugas TNI ke depan tidak mudah,” kata Panglima TNI.
